28 September 2026

Berkat PHE Jambi Merang, Usaha KWT Embun Pagi Semakin Nyata

MuBa,beritamedianusantara.com- Usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Dusun Selaro Desa Simpang Bayat Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat terus mengalami kemajuan yang signifikan dalam upaya mengoptimalkan potensi pertanian lokal.

Ibu Rianti yang dipercaya untuk Ketua dalam usaha kelompok, Alhamdulillah dari kelompok ini terus menggerakkan kaum perempuan setempat melalui hilirisasi komoditas singkong jadi produk olahan bernilai jual tinggi, chip Modified Cassava Flour (Mocaf) dan kuliner tradisional eyek-eyek.

Dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan ini juga mendapat dukungan penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PHE Jambi Merang, yang berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Proses produksi tepung Mocaf, menjaga kualitas warna dan kebersihan adalah kunci utama agar produk dapat bersaing di pasar modern. Untuk memastikan standar kualitas tepung Mocaf tetap putih, bersih dan higienis, usaha KWT Embun Pagi kini telah beralih dari metode konvensional ke metode yang lebih terukur.

“Saat ini untuk mengeringkan chip singkong, sekarang kami menggunakan oven. Memakai alat ini, bisa mengatur suhu secara teratur dan hasilnya dapat maksimal, bersih dari debu warnanya tetap putih sesuai standar,” terang Ketua Rianti, Senin, (28/09/2026).

Lanjutnya, selain tepung Mocaf terus menyasar pasar dari bahan baku pangan sehat, KWT Embun Pagi juga konsisten memproduksi eyek-eyek, sejenis produk pangan olahan tradisional yang bahan bakunya dari singkong.

“Tentu tetap memproduksi eyek-eyek, karena proses pembuatannya mudah dan peminatnya dari masyarakat cukup lumayan serta pemasarannya pun sangat gampang,” ungkap ibu Rianti seraya menambahkan mengenai alasan di balik antusiasme ibu-ibu anggota kelompok dalam proses penjemuran produk tersebut.

Berkat aktivitas pengolahan singkong ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penghasilan para anggotanya, dengan kegiatan ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga ibu-ibu Dusun Selaro bisa membantu perekonomian keluarga mereka secara mandiri.

Di penghujung perbincangan, ibu Rianti dengan menyampaikan harapan untuk keberlanjutan usaha kelompok tani ini di masa depan bisa memproduksi dalam jumlah yang lebih banyak lagi, jaringan penjualan pun semakin luas dan lancar, maka perlu dukungan dari berbagai pihak, tutupnya.(BMN/waluyo)