Palembang,beritamedianusantara.com- Hingga saat ini ruas jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera Selatan (Sumsel) ada di Desa Lubuk Karet, Kelurahan Rimba Asam dan Kelurahan Betung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin dan mulai dari Desa Gajah Mati hingga Sukamaju Kecamatan Babat Supat dan Desa Pinang Banjar serta di Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa).
Akibat dari kerusakan ruas jalan negara itu menyebabkan sering terjadi lakalalin, kendaraan rusak yang akhirnya sebagai penyebab kemacetan yang bisa membuat sesak bathin para pengguna jasa jalan itu ditambah kemarau yang berkepanjangan tahun 2026 ini, kabut asap dan juga debu tebal beterbangan membuat nafas sesak.
“Jika sampai akhir bulan September 2026 ini belum ada turun hujan, kemungkinan diprediksi bakal terjadi bencana yang luar biasa, karena jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan negara itu bakal meningkat dari armada angkutan air dan kerusakan bisa semakin parah”, ujar Supriyanto kepada wartawan ketika sempat berbincang dilokasi antrian BBM di salah satu SPBU (01/09/2026).
Warga yang mengaku kelahiran Lahat itu, beliau heran sudah 3 kali pemilihan presiden di Indonesia ini ruas jalintim Sumsel mulai dari wilayah Kecamatan Betung hingga Kecamatan Sungai Lilin cara perbaikan terkesan asal-asalan saja.
Yang bikin kehabisan berpikir, menurut beliau, mereka yang saat ini jadi pejabat pemerintahan baik Bupati, Gubernur dan Presiden termasuk anggota DPRD yang ada di Kabupaten, Provinsi juga yang ada di Pusat tak tau atau berusaha tidak tau.
Lucunya lagi lanjut Dia, ada perbaikan dari kerusakan ruas Jalintim Sumsel itu terpantau hanya dilakukan penyekrapan yang akhir ruas jalan jadi bergaris-garis yang seperti justru menambah jumlah lakalalin terutama bagi pengendara R2.
Lanjutnya, jalan rusak yang sering bikin macet arus kendaraan di Banyuasin itu berada di Desa Lubuk Karet, Kelurahan Rimba Asam. Jika ada peristiwa dijalan itu terjadi kendaraan mengular dari dua arah pasti, sebab tak ada jalan alternatif dan berbahaya kondisinya kerusakan jalan yang berada di Kelurahan Betung tepat di depan warung sate Ponorogo.
“Bentuk ruas jalanya mirip rel kereta api untungnya jika ada kendaraan krodit di kawasan masih ada jalan alternatifnya”, katanya menambahkan.
Untuk ruas jalan yang mirip bentuk rel kereta api terparah di Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin itu mulai depan Kantor Desa hingga depan SPBU.

Konon kabarnya kerusakan jalan negara di Desa Sukamaju itu akan diperbaiki oleh perusahaan tambang batubara yang kendaraanya full melintasi dari lokasi penambangan hingga masuk ke dermaga tapi buktinya hingga saat ini dibiarkan kerusakannya makin parah saja, imbuh Dia sekaligus menutup ceritanya.
Beritanya ditayangkan di media ini dari pihak perusahaan penambang Batubara yang ratusan armada angkutannya stiap hari melintas belum diminta konfirmasi termasuk dari Balai Besar di Sumatera Selatan.(BMN/waluyo)

More Stories
Kering, Guru dan Siswa SMANSA Betung Gelar Sholat Sunnah Minta Hujan
Press Release Polres Muba Berhasil Kandangkan 33 Armada Angkutan Minyak Ilegal
Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Penyelenggaraan HPN 2027