#Sinergi Terpadu Efektif Tekan Karhutla di Sumatera Selatan#

Palembang,betitamedianusantara.com– Upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan capaian yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari sinergi kuat lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan langkah pencegahan secara terpadu dan berkelanjutan.
Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, menghadiri Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Penekanan Angka Karhutla yang diselenggarakan oleh Polda Sumsel di halaman Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (22/5/2026).
Apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana karhutla yang kerap terjadi setiap tahun, khususnya memasuki musim kemarau. Kegiatan tersebut melibatkan 453 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait lainnya yang tergabung dalam sistem mitigasi terpadu karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, antara lain kendaraan SAR terbatas milik Brimob, perlengkapan pemadaman di lapangan, serta dukungan operasional dari Direktorat Polairud. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap operasional guna menghadapi situasi darurat secara cepat dan efektif.
Wakapolda Sumsel, Irjen Pol. Rony Samtana, menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
“Keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan kelestarian lingkungan merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, terukur, dan melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, maupun masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor sebagai kunci utama dalam upaya pencegahan karhutla.
“Langkah preventif harus terus dikedepankan. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu diperkuat secara berkesinambungan agar potensi karhutla dapat ditekan secara maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan laporan operasional terpadu, capaian mitigasi karhutla di Sumatera Selatan hingga Mei 2026 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Jumlah titik api berhasil ditekan menjadi 1.253 titik, menurun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 11.786 titik. Selain itu, luas lahan terbakar juga berhasil diminimalisir hingga 182,53 hektare.
Keberhasilan tersebut didukung oleh pelaksanaan 6.892 kegiatan mitigasi proaktif yang telah dilakukan sejak awal tahun, meliputi patroli terpadu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan imbauan pencegahan, pemetaan wilayah rawan, serta penguatan sistem deteksi dini berbasis teknologi.
Dampak positif dari pengendalian karhutla juga dirasakan melalui terjaganya kualitas udara yang tetap baik serta kelancaran aktivitas transportasi darat, laut, dan udara di wilayah Sumatera Selatan.
Seluruh personel yang terlibat diinstruksikan untuk terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif, serta melakukan penegakan hukum secara profesional dan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.(BMN/Novi)
Admin : waluyo
Sumber berita Penrem 044/GAPO

More Stories
Humanis, Danrem 044/Gapo Hadiri Giat Kodam II/SWJ Bersama Media dan Masyarakat
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat
Pangdam II/Sriwijaya Lantik 1.583 Tamtama Remaja TNI AD