Banyuasin,beritamedianusantara.com- Sejak memasuki tahun 2026, peternak unggas jenis ayam dan entok di sebagian wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan banyak mulai menjerit sebab harga dasar pakan terus melangit.
Nurmai (75) mengaku mulai dibuatnya berat meneruskan usaha rumahanya itu, karena harga dasar pakan ternaknya seperti Dedak, jagung terus merangkak naik.
“Dedak yang dulu Rp 2.800, sekarang Rp 3.600 dan jagung biji dulunya Rp 8.000 itu sekarang Rp 10.000, apalagi jagung giling naiknya rata-rata diatas Rp 3.000 perkilonya”, ungkapnya.
Nenek uzur yang tinggal dijalan kades Kelurahan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan niat berusaha beternak unggas itu sebenarnya bukan mencari kekayaan, tapi buat kesibukan, jaga kesehatan diri dan memanjangkan usianya saja.
“Anak saya ada, cucu juga ada tinggal serumah, tapi saya masih kepingin beri contoh cara hidup mereka, selagi masih ada pikiran dan keinginan jangan puas karena diberi orang lain, semampunya berusaha mandiri”, katanya.
Dengan mengurus unggas itu, hati saya senang, tapi dengan harga dasar pakan yang terus melangit begitu, jadi kasian melihat hewan peliharaannya.
“Dulu sebelum harga pakan itu berubah, setiap harinya saya kasih makan dua kali namun sekarang hanya sekali saja diberi pakan, katanya saat berbincang dengan wartawan, (18/05/2026).

Lanjutnya, usia seperti ini sekarang mau kerja kemana lagi, sedangkan berjalan kaki saja sudah susah, maka berusaha ngurus ternak ayam dan entok seperti ini kan ada hiburan yang sekaligus bisa untuk berolahraga.
Beliau berharap, pemerintah dan wakil rakyat di DPRD baik di kabupaten dan provinsi termasuk yang di Pusat, mbok iyao memikirkan nasibnya wong cilik seperti ini. Yang rakyat beti amanah itu bisa menstabilkan kembali harga dasar pakan ternak yang murah.
“Mbok iyao seperti yang disiarkan dalam televisi duit sitaan dari para koruptor itu mbok iyao di kucurkan ke warga yang kurang sempurna hidup layak seperti saya ini”, harapnya.
Untuk memenuhi pakan ternaknya, cari pakan alami dari berbagai dedaunan sebagai pakan tambahan, terang nenek mengakhiri obrolannya.(BMN/waluyo)

More Stories
Disdukcapil Pemkab OKU Jemput Bola Layani Masyarakat
Awas, Kondisi Jalintim Palembang-Jambi Mengancam Jiwa
Penjualan Subsidi BBM Pertalite Diduga Akal-Akalan Mafia