
Sumsel,beritamedianusantara.com- Datang musim hujan dan menyebabkan banjir pada awal tahun 2026 menyeluruh di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal bisa mengancam krisis pangan dari beras, Pasalnya, hampir di lahan yang memproduksi beras hingga pertengahan bulan Januari 2026 untuk penanganan banjir belum bisa tertanggulangi dengan baik.
Pantauan media dibeberapa Daerah Provinsi Sumsel yang selama ini sebagai lumbung pangan Beras yang sekarang sedang musim tanam masih terendam air hujan dan luapan lambat surutnya.
Di Sumsel sebagai lumbung pangan Beras terlihat masih terendam di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (Okut), Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah Kabupaten Banyuasin.
“Jika pada musim tanam di awal tahun ini lokasi masih terendam, sehingga semester satu tahun 2026 gagal panen, tentu terjadi krisis pangan Beras”, terang Ibu Kania saat berbincang dengan wartawan (10/01/2026) yang lalu.
Ibu yang mengaku pemerhati keberadaan pangan khawatir jika sampai akhir Februari ini masalah banjir masih belum tertanggulangi bisa pastikan semester satu 2026 peristiwa krisis pangan dari beras bakal terjadi.
Menurutnya, pemerintah kudu persiapkan alternatif yang jenis pangan berbahan lain untuk penanggulangan kelangkaan pangan dari beras, tutupnya.
Sementara via WhatsApp dikonfirmasi, DR. Bambang Ka. Balai Pertanian Sumsel pada (11/1) pukul 13.16 wib dikatakan “Kalau melihat trend keberpihakan dari pemerintah khususnya Presiden Prabowo – Gibran dengan Menteri Amran dan GUb HD + Bup Lanosin rasanya tidak perlu ada ke khawatiran karena pangan merupakan program prioritas.
Lanjutnya “Solusinya dari petani terus melakukan penanaman di setiap musim dengan bimbingan para petugas pertanian mulai tingkat lapangan sampai ke jenjang lebih tinggi”, tutupnya.(BMN).
Korlip : waluyo

More Stories
DKP PWI Sumsel Panggil Ketua PWI Banyuasin Terkait “Penumpang Gelap”
Jalan Eks-trans D1 Mengancam Kehidupan Warga Terisolir
SMSI Banyuasin Siap Sukseskan Kegiatan HPN 2026 di Banten