15 Januari 2026

Dandim 0724/Boyolali Hadiri Grand Opening Central Kitchen Badan Gizi Nasional

Boyolali,beritamedianusantara.com-Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, S.Pd.M.Han menghadiri kegiatan Grand Opening “Central Kitchen Badan Gizi Nasional” di Unit Badan Gizi Nasional di Dukuh Kelipan RT 01 RW 07 Desa Gagaksipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah yang sekaligus meninjau pembagian Makan Bergizi di SMAN Ngemplak, Senin (06/01/2035).

Dandim 0724/Boyolali Letkol In Wiweko Wulang Widodo mengatakan makan siang bergizi itu merupakan program pemerintah melalui Badan Gizi Nasional yang bertujuan mengatasi permasalahan gizi, giat ini sebagai langkah mendasar menciptakan generasi emas Indonesia yang kuat, sehat dan cerdas. Selain itu juga, meningkatkan kemandirian pangan diwilayah.

Kesempatan itu Dandim menegaskan dengan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan dan masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi.

Tentunya dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya pola makan sehat dan bisa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan fisik dan mental mereka.

“Anak-anak merupakan harapan bangsa, dengan tubuh dan pikiran yang sehat, mereka akan mampu berikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Puspo Wardoyo, pendiri Wong Solo Group, yang menjadi motor dari Yayasan Bangun Gizi Nusantara mengutarakan dari 2 SPPG yang dikelola timnya mendistribusikan 12 ribu porsi makanan bergizi untuk siswa TK, SD, SMP hingga SMA di sekitar Kecamatan Gagaksipat.

Kami senang bisa terlibat dalam kegiatan membantu pemenuhan gizi dari siswa-siswa di Kecamatan Gagaksipat sesuai visi dan misi Presiden Prabowo untuk meningkatkan asupan nutrisi generasi muda Indonesia.

Yayasan Bangun Gizi Nusantara tersebut juga mengelola 2 SPPG Gagaksipat yang kerahkan tak kurang dari 150 karyawan.

Umumnya mereka berasal dari warga sekitar SPPG yang telah jalani pelatihan pengelolaan dapur dengan standar BGN yang mengutamakan faktor higienis, rapi dan akuntabel.

Mereka berlatih dengan dukungan tim Wong Solo Group yang telah memiliki jam terbang 30 tahun di industri kuliner di tanah air selama fase ujicoba setelah Pembangunan 2 SPPG Gagaksipat.

Kami ingin menjadi percontohan dari pendirian hingga pengelolaan SPPG sesuai standar BGN, sehingga rekan-rekan dari daerah lain bisa belajar ke Gagaksipat.

Untuk mendukung operasionaliasi SPPG Gagaksipat, maka, Yayasan Bangun Gizi Nusantara sehari-hari memberdayakan sumber pasokan dari petani, peternak dan pedagang lokal. Sebagai ilustrasi tiap dapur memerlukan tidak kurang dari 300 kg daging, 250 kg sayur, ratusan telor ayam, dan 530 kg buah-buahan.

Kami berharap dengan keberadaan SPPG Gagaksipat maka harapan Presiden Prabowo agar pemberdayaan ekonomi lokal dari warga sekitar bisa terwujud dengan baik.(BMN/Agus Rodo kemplu)

Admin : waluyo