17 June 2026

Ditengah Jalan Nasional di Ibukota Banyuasin Tumbuh Batang Gandul 

Banyuasin,beritamedianusantara.com- Entah siapa yang melakukan, tiba-tiba ada batang buah Pepaya alias Kates alias Gandul terlihat tumbuh berada ditengah ruas Nasional tepatnya dipusat ibukota Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Beberapa sumber disekitar lokasi ketika dikonfirmasi oleh wartawan media ini mengungkapkan bahwa tanaman yang ditanam ditengah ruas jalan Nasional itu sebagai upaya penyelamatan bagi warga pengguna ruas jalan tersebut.

Maksudnya ditanami pohon tersebut di lokasi itu ada yang membahayakan bagi pengguna jalan, karena berlubang yang dibiarkan, sebagai aksi protes warga di sekitar lokasi, namun aksinya sebagai penyelamat bagi warga yang melintas, terutama bagi yang tidak biasa melintas di jalur darat tersebut.

“Sebelum memakan korban jiwa, maka oleh lubang ditengah jalan negara itu diberi tanda dengan ditanami batang Gandul”, terang sumber yang meminta identitas dirinya tak ditulis dalam berita.

Mudah-mudahan dengan tumbuhnya batang Gandul di lubang di jalan negara itu bisa menyelamatkan bagi pengguna jalan, dengan aksi tersebut, selain untuk peringatan bagi Pemerintah dan DPRD Kabupaten Banyuasin maupun Provinsi mengetahuinya dan secepatnya untuk dilakukan perbaikan sebelum ada jatuh korban jiwa, ungkapnya.

Ditempat terpisah, Tora (43) yang sempat dibincangi mengatakan lubang ditengah jalan negara itu sebenarnya ada gorong-gorongnya ambrol yang kondisinya bisa mengancam pengguna jalan, karena ada di Pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin yang 24 jam sangat ramai dilalui warga.

“Mungkin tujuan ditanami batang Kates itu agar pengguna jalan tidak melintasi, pelaku penanaman batang itu bertujuan menyelamatkan sekaligus memprotes Pemerintah dan wakilnya di parlemen cepat tanggap”, ujarnya.

Lanjutnya, dijelaskan bangunan gorong-gorong itu dibangun masih di zamannya sebelum pemekaran wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa). Sedangkan saat ini kendaraan yang melintas dijalan ini bermuatan 40-60 ton setiap hari banyak.

Wajar kwitansinya mulai runtuh, sedang ruas jalan lingkar di Banyuasin tersebut dilarang kendaraan besar melintas, efek nya gorong-gorongnya menjadi ambrol.

Tora berharap, sebelum makan korban jiwa agar pihak terkait secepat mungkin untuk melakukan perbaikan tukasnya.

Beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.(BMN/waluyo)