MUBA,beritamedianusantara.com- Desa Sukamaju menjadi klaster Workshop Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2026 Tingkat Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kegiatan strategis ini diikuti oleh delegasi dari empat desa, diantaranya dari Desa Sukamaju, Desa Letang, Desa Seratus Lapan dan Desa Babat Ramba Jaya.
Workshop ini menghadirkan jajaran tutor kompeten, mulai dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muba, H. Ali Badri, S.H, S.T, M.T, Kabid SDA & TTG DPMD Muba, Muhammad Kamel, Perwakilan Polres Muba, Dedi Haryadi, hingga Dinas Perikanan Muba, Bella Umbari dan Eva, Camat Babat Supat, Musmulyadi, SE MM turut mendukung penuh dalam acara ini diwakili oleh Kasi Kesos, Alexander, S.Pd.
Turut hadir, Kepala Desa Sukamaju, Alimun Hakim SIP, Kades Letang Ufrady SPsi MSi, Kades Seratus Lapan Silahudin SH dan Kades Babat Ramba Jaya Dedi Aswari SIP.

Dalam arahannya, Kadis DPMD Muba, H. Ali Badri, menjelaskan secara rinci sembilan program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 :
1. Penanganan kemiskinan yang ekstrem melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).
2. Penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana (workshop mitigasi perubahan iklim dan risiko bencana di Kabupaten Musi Banyuasin).
3. Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa.
4. Program ketapang dan lumbung pangan, energi serta lembaga ekonomi desa lainnya.
5. Dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih.
6 Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
7. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di desa.
8. Program prioritas lainnya di desa, termasuk pengembangan potensi dan keunggulan desa.
8. Dana operasional pemerintah desa paling tinggi 3% dari pagu Dana Desa.
H. Ali Badri berharap agar seluruh pemerintah desa dapat menyerap anggaran dengan tepat sasaran sesuai koridor prioritas tersebut.
“Saya berharap melalui workshop ini, pemerintah desa tidak hanya paham regulasi, tetapi mampu mengeksekusi program ketahanan pangan dan lumbung pangan secara inovatif demi kesejahteraan masyarakat langsung,” ujarnya.

Sementara, Camat Babat Supat melalui Kasi Kesos, Alexander, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas penunjukan Desa Sukamaju sebagai tuan rumah. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-desa dalam menjaga stabilitas pangan lokal.
“Kami sangat bangga Babat Supat menjadi motor penggerak workshop ini. Urusan pangan adalah urusan hidup mati masyarakat. Harapan kami, setelah workshop ini, keempat desa peserta dapat langsung menyusun rencana aksi nyata, mengoptimalkan potensi perikanan serta pertanian desa, dan saling berkolaborasi agar Kecamatan Babat Supat mandiri pangan,” tegas Alexander.(BMN/waluyo)

More Stories
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat
Pangdam II/Sriwijaya Lantik 1.583 Tamtama Remaja TNI AD
TMMD Ke-128 Resmi Ditutup Dipusatkan di Kabupaten OKI