7 May 2026

Kerusakan Jembatan Tanker, Kehidupan Masyarakat Dua Kecamatan Terancam Terisolir

# Kinerja Bupati Banyuasin Dianggap Gagal #

Banyuasin,beritamedianusantara.com- Kondisi Jembatan tanah kering (Tanker) yang menghubungkan dua kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan kerusakannya menjadi lebih parah. Jangankan kendaraan roda 4 untuk berjalan kaki saja harus ekstra berhati-hati.

Sepertinya pemeliharaan dan perawatan pada jembatan itu jadi agenda proyek tahunan dengan nilai milyaran rupiah, namun belum satu tahun anggaran telah hancur kembali.

“Jembatan Tanker ini sepertinya sudah menjadi proyek tahunan yang biayanya mencapai milyaran rupiah, tetapi mutu tak sampai sampai satu tahun anggaran sudah hancur kembali”, ujar warga yang berinisial PR saat berbincang dengan wartawan media ini (05/05/2026).

Beliau menambahkan, tak usah banyak ditanya yang sangat detail pak, masalah jembatan Tanker itu. Untuk jembatan itu jadi proyek tahunan Pemkab Banyuasin. Setiap pemeliharaan dan perawatannya nilainya mencapai milyaran rupiah, tapi tidak terpantau delik kecurangannya.

Jika Pemkab Banyuasin itu benar-benar peduli dengan peningkatan sumber alam dan perekonomian masyarakat sebagai penopang pendapatan asli daerah, tentu perbaikan yang berkualitas di Jembatan Tanker harus dikerjakan dengan segala prioritas bukan sekedar untuk income berkedok proyek tahunan saja.

Lanjut bapak yang juga mantan pejabat itu menegaskan, jika dalam dua atau tiga bulan kedepan kondisi Jembatan Tanker dibiarkan, transportasi jalur darat satu-satunya jalan yang menghubungkan dari Kecamatan Selat Penuguan menuju kota Kabupaten akan lumpuh.

“Entah kalau menunggu ada dulu jatuh korban jiwa, baru dilakukan perbaikan secara permanen, jika sekedar tambal sulam saja justru akan mengancam bagi kehidupan perekonomian masyarakat jadi terisolir”, tukasnya.

Beberapa Tokoh masyarakat baik dari Kecamatan Selat Penuguan (Selpen) dan Kecamatan Pulau Rimau (Puri) yang sempat diminta komentarnya terkait keberadaan kondisi Jembatan Tanker, mereka mengutarakan untuk saat ini kerusakannya jembatan Tanker dalam kondisi yang sangat memprihatikan.

Dikatakannya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang aktivitasnya mengangkut hasil produksi pertanian melebihi kapasitas jembatan itu, namun perlu ditinjau kembali cara perbaikan pada jembatan itu.

Selain mereka harap penindakan tegas dari Pemkab Banyuasin pun harus nyata dan Bupati serta DPRD nya pun jangan ikut main mata, jika kondisi Jembatan Tanker itu tetap terjaga kwalitasnya.

Sebut saja Ujang (42) pengemudi truk yang sempat berbincang mengatakan, jika muatan hanya 7-8 ton pendapatan sebagai sopir nihil, maka muatan saya lebih 2 ton dari ketentuan.

Terkait badan jembatan Tanker tersebut cepat rusak, karena pengerjaanya tidak maksimal. “Semenjak ada perbaikan di akhir tahun 2025, belum ada tiga bulan kondisinya sudah babas-bingkas kembali dan malah lebih membahayakan”, tutup Dia.

Beritanya telah ditayangkan di media ini, dari Dinas terkait di Pemkab Banyuasin belum ada yang diminta konfirmasinya.(BMN/Tim)

Korlip : waluyo