1 Februari 2026

Pemdes Sukamulya Diduga Lecehkan UU nomor 24 Tahun 2009

#Kibarkan Bendera hingga malam dalam kondisi Kantor Desa Gelap Gulita#

Banyuasin,beritamedianusantara.com- Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga telah melecehkan Undang-undang (UU) nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera Merah Putih.

Bendera Merah Putih itu diduga kuat, semenjak dipasang di tiang di depan Kantor Desa Sukamulya tersebut tidak pernah diturunkan lagi, sehingga terlihat warnanya pudar di waktu kegelapan malam.

Menurut warga setempat, benar pak Bendera Merah Putih tidak di turunkan pada malam hari dan di Kantor Desa pun pada malam hari dalam kondisi gelap gulita.

Warga yang meminta tidak ditulis namanya dalam pemberitaan di media ini menambahkan begitulah kondisi Kantor Desa Sukamulya pada saat ini. “Benderanya kalau malam tak pernah diturunkan dan kondisi di Kantor Desa itu sendiri gelap gulita”, ungkapnya.

Temuan oleh wartawan media ini memang Bendera Merah Putih milik Pemdes Sukamulya tersebut sepertinya sekali dinaikkan tidak pernah diturunkan lagi dan wajar apabila kondisi bendera tersebut warnanya sudah pudar terlihat pada malam hari.

“Pengibaran Bendera Merah Putih hingga malam hari, pihak Pemdes Sukamulya itu dianggap lecehkan UU nomor 24 tahun 2009 pasal 66 dan 67, karena telah membiarkan salah lambang negara berupa Bendera Merah Putih hingga bermalam didepan Kantor Desa pada (18/01/2026).

Beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari Kades Sukamulya, beralasan apa Bendera Merah Putih dikibarkan pada malam hari dalam kondisi malam gelap gulita.

Dikutip dari penjelasan Undang-undang utama yang mengatur tentang Bendera Negara Sang Merah Putih adalah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

UU ini mengatur definisi, penggunaan, pengibaran (termasuk waktu, tempat, dan ketentuan setengah tiang), larangan (seperti merusak, menginjak, atau memakai untuk iklan), hingga kewajiban pengibaran pada hari besar nasional dan peristiwa penting lainnya.

Pokok-Pokok Pengaturan dalam UU 24/2009 :

Definisi :

Bendera Negara adalah Sang Merah Putih.

Asas :

Pengaturannya berdasarkan asas persatuan, kedaulatan, ketertiban, dan standardisasi.

Warna :

Dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.

Pengibaran :

Dilakukan antara matahari terbit dan terbenam, namun bisa malam hari dalam kondisi tertentu (patriotisme, kunjungan negara, darurat perang, dll.).

Wajib dikibarkan setiap tanggal 17 Agustus dan peristiwa penting lainnya. Dapat juga dikibarkan setengah tiang dengan cara khusus.

Larangan :

Dilarang merusak, menginjak, membakar, memakai untuk iklan komersial, mencetak gambar di atasnya, atau menggunakannya sebagai penutup barang.

Tujuan UU :

Untuk memperkuat persatuan, menjaga kehormatan negara, serta menciptakan ketertiban dalam penggunaan simbol-simbol negara.

Sanksi pelanggaran Bendera Merah Putih diatur dalam Pasal 66 dan 67 :

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp 500 juta bagi yang sengaja merusak, menodai, atau menghina bendera, serta pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda Rp 100 juta untuk pelanggaran lain seperti penggunaan bendera yang rusak, luntur, atau untuk keperluan komersial dan iklan.

Aturan ini bertujuan melindungi kehormatan simbol negara, mencakup larangan merusak, mengibarkan bendera tidak layak, mencetak tulisan, atau menggunakannya untuk reklame.

Pengibaran Bendera Merah Putih di malam hari diperbolehkan dalam keadaan tertentu (seperti acara kenegaraan, darurat, atau perayaan khusus) sesuai UU No. 24 Tahun 2009, tapi jika tidak memenuhi syarat atau tidak layak, bisa dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda Rp 100 juta (Pasal 66 & 67), terutama jika tujuannya merendahkan kehormatan bendera.

Aturan Pengibaran di Malam Hari

Waktu Normal :

Pengibaran bendera dilakukan antara matahari terbit hingga terbenam.

Keadaan Tertentu (Malam Hari) :

Diperbolehkan untuk mengobarkan patriotisme, kunjungan kenegaraan, darurat perang, perlombaan olahraga, renungan suci, atau acara sangat suka cita/duka cita.

Penerangan :

Jika dikibarkan malam hari, bendera harus diterangi dengan baik agar tetap terlihat layak.

Sanksi Pelanggaran (UU No. 24 Tahun 2009) Pasal 66 (Penghinaan/Perusakan) :

Pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta bagi yang menggunakan bendera untuk reklame komersial, mengibarkan bendera rusak/kusut/luntur, mencetak /menulis di atas bendera, atau menjadikannya langit-langit/atap/ pembungkus barang.(BMN).

Korlip : waluyo