Banyuasin,beritamedianusantara.com- Dalam setahun terakhir ini kondisi ruas jalan dalam wilayah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terlihat merata kerusakanya.
Pantauan dilapangan langsung wartawan media ini kerusakan ruas jalan pada jalan Penghulu Ali Basir di Kelurahan Rimba Asam, di sepanjang jalan perbatasan antara Kelurahan Rimba Asam dengan Kelurahan Betung Selatan dan yang juga parah rusaknya berada di jalan Kades menuju Purbalingga serta simpang jalan PAM arah ke Telkom Kelurahan Betung.
Teguh kepada wartawan media ini ketika itu mengatakan bahwa kerusakan jalan Kades arah ke Purbalingga dan jalan ke Telkom dari simpang PAM itu sudah menahun. Selama Betung lepas dari Kabupaten Musi Banyuasin baru sekali dilakukan pengecoran oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Itupun di kerjakan sepertinya asal jadi saja, karena ketika itu belum ada satu tahun anggaran sudah kembali morat-marit material pengecoranya.
“Kira-kira sampai akhir tahun ini masih bisa dapat anggaran untuk perbaikan nggak dijalan ini, sebab saat sekarang ini rasanya kalau berjalan didalam kobil sepertinya sedang berada dalam kapal laut sedang diayun-ayun ombak”, ungkapnya sembari berharap agar secepatnya ada perbaikan.

Hal senada dilontarkan oleh Deni warga Kelurahan Rimba Asam bahwa ruas jalan yang sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Kelurahan Rimba Asam dengan Kelurahan Betung Selatan kondisi jalanya sudah lama bergelombang dan ada perbaikan hanya dalam bentuk di spot-spot saja.
“Rusaknya jalan tersebut kasihan terhadap siswa dari SMP dan SMA ke Kampus PGRI yang tiap hari melintas lewat jalan itu termasuk aktivitas masyarakat pun sangat terganggu, apabila tidak cepat dilakukan perbaikan dalam waktu dekat, kerusakan jalan itu kian parah”, ucap Deni berharap ada kepedulian dan keseriusan Pemkab Banyuasin melakukan perbaikan.
Yang lebih parah lagi kondisi jalan Penghulu Ali Basir di Kelurahan Rimba Asam. Kerusakan jalan itu diperparah semenjak ada proyek jalan tol Palembang-Betung mulai beroperasi. Kendaraan berat pun melintas dijalan itu. Untuk saat sekarang ini jika datang hujan kondisinya licin dan berlumpur, sedangkan kondisi musim panas debunya berhamburan ke udara bahkan ada yang kerumah warga.

Lebih berbahayanya lagi di jalan itu ketika aktivitas masyarakat ingin berobat ke Puskesmas yang waktunya tak terjadwal, keluar masuk para pengajar dan pelajar SMAN I Betung dan para siswa TK/PAUD termasuk para pegawai kelurahan Rimba Asam pada jam-jam kerja jalan itu dilintasi oleh kendaraan berat proyek jalan tol, karena jalan panjang sekitar 300 M itu tak bisa untuk perlintasan, terang Fajri nama samarannya.
Fajri menambahkan, kami sebagai warga sangat mendukung adanya pembangunan jalan tol di Betung, tetapi aktivitas kendaraan berat jangan melintas dijalan itu saat jam-jam masyarakat sedang melakukan kegiatannya.

Beritanya ditayangkan di media ini dari pihak Dinas terkait baik dari Kecamatan Betung maupun Pemkab Banyuasin termasuk dari pihak perusahaan proyek jalan tol belum ada yang diminta untuk memberikan keterangan resmi terkait kerusakan ruas jalan yang dilintasi alat berat.(BMN/waluyo).

More Stories
Kecamatan Lais Digelar Acara Datang dan Pergi Camat
Ketua PWI Banyuasin Mengklarifikasi dan Pembelaan Terkait Pemberitaan Media
DKP PWI Sumsel Panggil Ketua PWI Banyuasin Terkait “Penumpang Gelap”